di akhir pekan yang tidak terlalu cerah ini. ibu
kukirimkan rindu padamu
mereka yang menumpuk diantara buku-buku
tergeletak begitu saja di kasur. pula di lantai kamar yang jarang disapu

kukemas mereka. ibu
untuk jumpa pelukmu.
peluk yang kurindukan. juga wangi dapurmu
di hari sabtu.

Advertisements

di halaman sekolah dasar pagi itu
daun-daun pohon mangga gugur satu per satu
anak cengeng membersihkan remah-remah roti yang terdampar hingga pipi
kupandangi wajahnya
sambil sesekali mengupas dan menghapus air mata
lalu padamu kuminta roti baru. roti yang bukan pemberian ibu
sebab rotiku hilang. dibawa pergi waktu dan hantu-hantu.

yang ramai di kota
ini pusat perbelanjaan
tempat melepas penat di hari minggu
muncuci diri dengan harga-harga

lihat pemandangan
bukit-bukit hijau menghitam
legam terpanggang matahari
senja di seberang pulau

yang riuh di kota
kebahagiaan ini
kolam dengan air mengalir
hening sejenak diantara suara sepatu hak tinggi

lihat tubuh ini
habis dikupas angin
ingin bertaruh di kota
penuh semboyan menolak kalah.

tiap pagi. malam pingsan di kepalaku
angin lenyap. aku
tak bisa keluar
sementara orang bergerak ke kota
sementara itu aku berjalan ke rumah

(ibu berbaju bunga setaman
sibuk membuat sarapan. demi anaknya yang terjaga semalaman)

tiap pagi. malam beranak di kepalaku
tak bisa senyap.